Menghadapi Tantangan dan Tekanan di Kompetisi Debat: Perjalanan Inspiratif Tim Maslow di Psyferia2023

Di balik serunya dunia kompetisi debat, ada perjalanan penuh tantangan, ketahanan mental, dan kerjasama yang erat. Kompetisi Psyferia 2023 menjadi ajang bagi Tim Maslow untuk membuktikan kemampuan mereka, yang terdiri dari tiga mahasiswa, yaitu Aul, Reynata, dan Ricky. Bagi mereka, pengalaman ini bukan sekadar soal meraih prestasi, tetapi juga soal pengembangan diri, belajar mengelola tekanan, dan mengatasi perbedaan pendapat dalam tim secara produktif.

Mengelola Perbedaan untuk Argumen Terbaik

Dalam proses menyusun argumen, perbedaan pandangan sering kali muncul, namun ini justru memperkaya perspektif tim. Setiap anggota tim diberi kesempatan yang sama untuk menyampaikan argumen dan ide yang paling logis akan dipilih, tanpa memandang siapa yang mengajukannya. Ricky menjelaskan bahwa mereka berusaha menjaga diskusi tetap logis dan bebas dari emosi, agar dapat menghasilkan argumen yang kuat dan tidak bias. Melalui pendekatan ini, mereka menciptakan lingkungan kolaboratif yang memungkinkan setiap anggota untuk saling belajar, memperkuat argumen, dan menjaga kekompakan.

Ketika perbedaan pendapat muncul, terutama saat menyusun argumen untuk mosi tertentu, peran Ricky sebagai penengah sangat penting. Jika Aul dan Reynata memiliki perbedaan pendapat, Ricky membantu mereka menemukan jalan tengah tanpa memaksakan pandangan siapapun. Cara ini tidak hanya membuat argumen menjadi lebih kuat, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa kerjasama adalah kunci dalam menyatukan perbedaan dalam tim.

Sikap saling menghargai dan keterbukaan untuk mendengarkan satu sama lain menjadi nilai utama bagi Tim Maslow. Reynata menegaskan bahwa dalam debat, ego pribadi tidak boleh mendominasi. Fokus mereka adalah mencari argumen yang paling kuat, bukan sekadar mempertahankan pendapat masing-masing. Dengan keterbukaan untuk menerima sudut pandang lain, mereka dapat membangun argumen yang relevan dan memiliki peluang untuk memenangkan kompetisi.

Menghadapi Tekanan dari Tim Rival

Selain menghadapi perbedaan pendapat internal, Tim Maslow juga merasakan tekanan dari tim-tim lainnya. Di babak semifinal, mereka bertanding melawan tim dari universitas ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Pelita Harapan (UPH). Aul, Ricky, dan Reynata sama sama merasakan tekanan, terutama karena reputasi dan prestasi rival-rival mereka. Namun, mereka saling mendukung dan meyakinkan satu sama lain bahwa mereka memiliki kemampuan yang setara.

Reynata menambahkan bahwa fokus pada persiapan yang telah mereka lakukan adalah cara terbaik untuk mengatasi rasa terintimidasi. Dengan pikiran positif dan kesiapan yang matang, tekanan dari ketenaran rival dapat diabaikan. Ricky juga menekankan pentingnya tetap fokus pada argumen yang disampaikan oleh rival, bukan siapa yang menjadi rival. Baginya, substansi debat lebih penting daripada reputasi rival, karena itulah yang menjadi inti dari setiap perdebatan.

Menyesuaikan Diri dengan Mosi yang Bertentangan

Pengalaman debat tidak hanya melatih ketenangan di bawah tekanan, tetapi juga mengasah kemampuan untuk beradaptasi dalam menyusun argumen, bahkan untuk mosi yang bertentangan dengan nilai pribadi atau pengetahuan mereka. Salah satu tantangan besar yang dihadapi tim Maslow adalah ketika mereka harus mendukung topik psikologi yang menurut mereka, sebagai mahasiswa psikologi, seharusnya tidak didukung. Meski merasa bertentangan, mereka tetap berkomitmen pada posisi yang ditentukan oleh mosi. Hal ini membuat mereka menyadari bahwa dalam debat, seringkali diperlukan argumen yang bertolak belakang dengan pandangan pribadi.

Selain itu, tantangan terbesar lainnya datang saat mereka harus menghadapi mosi impromptu. Mosi impromptu, yang diberikan tanpa persiapan panjang, mengharuskan mereka menyusun argumen dalam waktu singkat. Menurut Reynata, kemampuan untuk tetap tenang dan fokus di bawah tekanan waktu menjadi kunci keberhasilan mereka dalam memberikan performa terbaik.

Berteman dengan Rival untuk Meredakan Tekanan Kompetisi

Selain fokus pada teknik debat dan persiapan materi, Tim Maslow juga menemukan cara lain untuk mengelola tekanan kompetisi, yaitu dengan berteman dengan rival mereka. Aul mengungkapkan bahwa menjalin pertemanan dengan tim-tim lain, terutama dengan berkomunikasi di media sosial, membuat kompetisi terasa lebih sehat dan suportif. Dengan melihat rival sebagai teman, bukan hanya sekadar pesaing, atmosfer kompetisi menjadi lebih nyaman. Bagi Aul, berteman dengan rival juga membantu mereka meredakan kecemasan dan menurunkan tekanan berlebihan saat menghadapi tim-tim ternama.

Pembelajaran Berharga dari Psyferia 2023

Bagi setiap anggota Tim Maslow, pengalaman di kompetisi ini mengajarkan mereka tentang pentingnya komunikasi, cara mengelola perbedaan, dan menjaga keseimbangan mental di bawah tekanan. Aul, Reynata, dan Ricky membuktikan bahwa dalam debat, kekompakan tim dan kemampuan mengendalikan emosi sama pentingnya dengan keterampilan berargumen. Psyferia menjadi bukti bahwa keberhasilan tim tidak hanya bergantung pada teknik debat, tetapi juga pada sikap mental dan kerja sama yang kuat di antara anggota.

Dari perjalanan ini, mereka juga memahami bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dalam kompetisi. Bagi Tim Maslow, pengalaman ini adalah pelajaran berharga yang akan mereka bawa, bukan hanya di dunia debat tetapi juga dalam kehidupan mereka. Bekerja sama, saling mendukung, dan berkembang bersama adalah nilai-nilai yang akan selalu mereka kenang.

Reporter : Ren & Elbert
Fotografer : Desy & Stevi
Desainer : Ikhe & Belis