Bebas

Persahabatan merupakan salah satu relasi sosial yang bisa menghadirkan “cinta tak bersyarat” kepada sesama teman. Terutama dengan teman yang dapat membantu kita menjadi diri sendiri tanpa perlu pengakuan oleh dunia. Hal ini terwujud dalam film Bebas yang menceritakan persahabatan penuh lika-liku dari enam orang yang bertemu di masa SMA. 

Bebas adalah film layar lebar yang resmi dirilis pada tanggal 3 Oktober 2019. Film ini diproduksi oleh Miles Films dan CJ Entertainment dengan sutradara Riri Riza serta diproduseri oleh Mira Lesmana. Bebas merupakan adaptasi dari film Korea yang berjudul Sunny dan menjadi adaptasi ketiga setelah versi Jepang. Sebenarnya judul film ini terinspirasi  dari lagu yang berjudul “Bebas” milik Iwa K., hingga akhirnya menjadi backsound utama film Bebas. Pertimbangan Mira Lesmana  memilih lagu tersebut, dikarenakan menurut beliau lagu tersebut menggambarkan suasana dan rasa dari film ini. Dengan menyesuaikan budaya dan gaya hidup Indonesia, akhirnya film Bebas dapat dirilis dengan apik. Bebas menggunakan alur yang maju-mundur sehingga penonton seakan diajak kembali ke masa lalu untuk mengenang masa muda para tokoh. 

Film ini memiliki enam karakter utama, yaitu Vina, Kris, Jessica, Jojo, Gina, dan Suci. Awal mula geng ini terbentuk dimulai dari Vina, yang merupakan seorang siswa SMA pindahan dari Jawa Barat ke SMA bergengsi di Jakarta. Vina merasa terintimidasi oleh seorang laki-laki di kelasnya bernama Andra. Namun, beruntungnya ia ditolong oleh seorang perempuan bernama Kris. Dari situlah Kris mengajak Vina untuk berteman dan masuk ke dalam gengnya yang terdiri dari Jessica, Jojo, Gina, dan Suci. Berbagai aktivitas mereka jalani, seperti kegiatan menari bersama. Setelah beberapa lama berteman, mereka akhirnya memberi nama geng tersebut dengan nama geng “bebas”. Geng tersebut berisi enam orang, yaitu Vina sendiri, Kris si pemimpin, Jessica yang terobsesi dengan kecantikan, Gina si paling kaya, Suci si cantik misterius, dan Jojo satu-satunya pria dalam geng tersebut. 

Pertemanan mereka awalnya baik-baik saja, sampai suatu tragedi menimpa ketika acara classmeeting di sekolah. Tragedi tersebut membuat mereka harus dipisahkan hingga dewasa. Namun, sebuah keberuntungan seakan menghampiri persahabatan mereka. Saat Vina dewasa, ia mengunjungi ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit dan tanpa sengaja bertemu dengan salah satu temannya, yaitu Kris. Sayangnya, karena penyakit kronis yang diderita, Kris divonis meninggal tidak lama lagi. Sebagai permintaan terakhir, Kris meminta Vina untuk mengumpulkan semua anggota geng “bebas”. Hal ini membuat Vina berusaha sekuat mungkin mengumpulkan mereka semua. Dimulai dari bertemu Jessica yang menjadi agen asuransi, Jojo yang menjadi pengusaha, dan Gina yang harus bekerja serabutan untuk menghidupi anak serta ibunya yang jatuh sakit. 

Kisah mereka tidak berhenti di situ, mereka mulai merasa seperti bertemu kembali dengan keluarga yang telah lama ditinggalkan. Momen ini membuat mereka merasa lebih hidup dan bernostalgia dengan masa muda mereka. Salah satu adegan yang paling berkesan adalah ketika mereka dapat kembali menggunakan nama geng “bebas”. Hal ini terjadi saat mereka melawan sekelompok laki-laki yang mengganggu anak perempuan Vina. Meskipun saat itu hanya ada empat orang, tanpa kehadiran Gina dan Suci, mereka berhasil mengatasi ketakutan yang dihadapi bersama. Setiap momen yang mereka lalui bersama terasa begitu hidup dan penuh makna. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Kris dipanggil Tuhan sebelum ia sempat bertemu dengan geng “bebas” dalam formasi lengkap. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi semua anggota geng. Sebelum meninggal, pesan terakhir Kris adalah agar mereka berkumpul di rumahnya. Hal yang mengejutkan pada saat mereka memenuhi pesan tersebut, mereka akhirnya bertemu kembali dengan Suci.

Film Bebas tidak hanya menampilkan kisah persahabatan, tetapi juga diselingi dengan cerita percintaan antara Vina dan Jaka, yang berakhir dengan cukup menyakitkan. Di awal cerita, Vina dan Jaka digambarkan memiliki hubungan romantis yang lucu dan menggemaskan. Bahkan, Vina sempat menggambar wajah Jaka sebagai ungkapan perasaannya. Namun, konflik mulai muncul ketika Suci dan Jaka diketahui memiliki hubungan yang lebih dari sekadar teman. Hal ini membuat Vina mengurungkan niatnya untuk memberikan gambar tersebut dan memutuskan menyimpannya hingga ia sudah berkeluarga. Saat dewasa, Vina akhirnya memberanikan diri untuk memberikan lukisan tersebut kepada Jaka. Tindakan ini dilakukan agar ia dapat melepaskan rasa kesedihan yang selama ini membebaninya dan berdamai dengan perasaan yang ada.

Lalu, apa yang menarik dari film ini? Selain mengangkat tema persahabatan dengan sedikit bumbu percintaan, film ini juga mengajak penonton untuk menyadari pentingnya menjadi tokoh utama dalam kehidupan diri sendiri, khususnya bagi perempuan. Film Bebas turut menyampaikan pesan untuk melawan ketidakseimbangan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan yang kerap membuat perempuan lebih rentan terhadap pelecehan. Selain itu, film ini mengajarkan kita untuk berani melawan ketidakadilan dan menghadapi masa lalu yang menyakitkan sehingga kita lebih mampu untuk berdamai dengan diri sendiri. Tidak hanya pesan moral yang kuat, film ini juga menyuguhkan emosi yang beragam kepada penonton. Terdapat adegan yang membuat penonton merasa sedih hingga ingin menangis, tetapi juga terdapat momen-momen yang mengundang tawa dan kebahagiaan sehingga cerita terasa hidup dan berkesan.

Film ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan menyajikan alur cerita yang maju-mundur, film ini mampu membawa penonton bernostalgia ke masa lalu dan merasakan kehidupan di era 1990-an. Cerita yang dihadirkan dalam film ini sangat menarik dan penuh dengan makna. Alur cerita yang dinamis dapat membuat penonton tertawa di satu waktu dan merasa sedih di momen berikutnya sehingga menambah daya tarik serta membuat penonton penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Penggambaran perbedaan antara era 1990-an dan 2000-an dalam film ini memberikan kesan estetik pada setiap alurnya. Ditambah lagi, wajah para pemain yang sangat cocok memerankan karakter dari era 1990-an, semakin menambah daya pikat film ini.

Editor : Tiwi & Vany
Reporter : Elen
Desainer : Belis