DO YOU SEE WHAT I SEE?

Kalau kalian pernah mendengar ungkapan tentang “cinta itu buta”, yang sering kali merujuk pada kecenderungan untuk mengabaikan kesalahan pasangan karena sedang jatuh cinta. Namun dalam film Do You See What I See, ungkapan ini justru diartikan secara langsung, sesuai dengan maknanya. Film ini menghadirkan suasana mencekam dengan sinematografi yang sangat mendukung, membuat ketegangan terasa nyata dan mudah membuat bulu kuduk berdiri. Ditambah lagi, latar cerita yang berlangsung di tahun 1993 dengan suasana retro semakin memperkuat nuansa horornya.

Dalam film ini juga, penonton tidak hanya disuguhkan ketegangan, tetapi juga kehangatan persahabatan yang terjalin diantara keempat pemeran perempuan yang tinggal bersama dalam satu kos dan diasuh oleh Mpok Atik sebagai pengurus kos. Meskipun sikap Mawar, yang diperankan oleh Diandra Agatha, mulai berubah sejak ia berziarah ke makam ibunya, namun teman-temannya tidak pernah sekalipun menjauhi Mawar. Sebaliknya, mereka justru berusaha sekuat tenaga untuk membantu Mawar setelah mengetahui ancaman yang sedang menghantuinya. Pesan emosional tentang persahabatan sangat terasa ketika ketiga temannya memutuskan pergi ke rumah lama Mawar untuk menyelamatkannya. Di sana, mereka akhirnya membongkar rahasia yang selama ini disembunyikan oleh almarhum ayah Mawar. Ketegangan mencapai puncaknya ketika mereka harus pergi ke makam untuk mengembalikan sesuatu yang seharusnya tetap berada di sana dan tidak pernah dibawa pergi.

Alur cerita film ini dibangun apik oleh sang sutradara, Awi Suryadi, yang juga sukses dengan filmnya yang lain yaitu KKN di Desa Penari. Penonton dapat menikmati setiap jalan ceritanya, menikmati dialog antar pemain, bahkan sedikit diwarnai dengan kisah romantis Vey, salah satu teman Mawar. Menjelang akhir film, penonton dibuat ikut merasakan jika kehidupan yang hancur bisa dilewati dengan mudah bila sahabat dan saudara ada di sisi kita untuk selalu menjaga dan mendukung. Namun, twist di akhir cerita ternyata berhasil membuat penonton bungkam sambil berusaha mencerna apa yang baru saja disaksikan dan menghubungkan semuanya agar masuk akal.  Melalui film ini, kita dapat melihat bahwa cinta adalah sebuah perasaan personal yang benar-benar muncul dari hati dan ditujukan tanpa terpaku pada sesuatu. Film Do You See What I See juga menunjukkan kepada penggemar film horor bahwa film horor Indonesia dapat menjanjikan seiring bertambahnya waktu. Ketegangan dibalut kehangatan menjadi perpaduan yang cocok dan dapat dirasakan dalam film ini. Film ini sukses menyampaikan pesan kepada penonton bahwa kebahagiaan ditentukan oleh diri sendiri dan keputusan tersebut dapat mengubah hidup kita kedepannya.

Reporter : Jojo
Editor : Vany & Tiwi
Desainer : Belis