Ketika mendengar kata “Cinta”, hal pertama yang terpikirkan pasti adalah perasaan senang, berbunga-bunga, dan gembira karena adanya seseorang atau hal yang spesial dalam kehidupan. Namun, pernahkan kalian melihat seseorang yang memaknai cinta sebagai sebuah peperangan? Ya, dalam serial anime Kaguya-Sama: Love is War, kedua karakter utama dalam cerita memaknai cinta sebagai perang antara satu sama lain. Siapa diantara mereka yang terlebih dahulu menyatakan cintanya, maka mereka kalah dalam peperangan atas nama cinta tersebut

Kaguya-Sama: Love is War
Kaguya-Sama: Love is War adalah serial anime yang diadaptasi dari manga karya Aka Akasaka yang dipublikasikan pertama kali di tahun 2015. Kemudian, pada tahun 2019 serial manga ini diadaptasikan menjadi anime oleh studio A-1 Pictures yang kemudian dilanjutkan dengan season 2 (2020) dan season 3 (2022), juga dua cerita pendek yang diadaptasi dari manga. Kaguya-sama: Love is War karya Aka Akasaka merupakan karya yang digemari oleh banyak kalangan, baik untuk target audiens di Jepang sekaligus di luar Jepang. Tidak biasanya suatu manga dan anime diminati oleh dua target audiens yang berbeda, terutama karena masyarakat Jepang dan non-Jepang memiliki pandangan yang berbeda dalam preferensi hidup mereka. Lantas, mengapa anime ini begitu populer? Jawaban tersebut akan kita simpulkan bersama di akhir artikel seraya mengulik setiap aspek dalam serial ini di beberapa paragraf berikutnya. Oleh karena itu, mari kita bahas bersama.

Secara berurutan dari kiri ke kanan, Kobachi, Miko, Chika, Kaguya, Miyuki, Yuu, dan Ai di halaman SMA Shuchi’in
Pertama, anime ini memiliki dua karakter utama. Shinomiya Kaguya, seorang murid perempuan kelas 2 di SMA Shuchi’in yang menjabat sebagai wakil ketua OSIS dan Shirogane Miyuki, seorang murid laki-laki kelas 2 di SMA Shuchi’in yang menjabat sebagai ketua OSIS. Selain mereka berdua, ada beberapa tokoh penting lainnya seperti sekretaris OSIS Fujiwara Chika, bendahara OSIS Ishigami Yuu, pembantu Kaguya bernama Hayasaka Ai, anggota Komite Moral Iino Miko, dan sahabat Miko bernama Osaragi Kobachi. Setting utama anime ini bertempat di SMA Shuchi’in, sebuah sekolah menengah atas swasta yang berisikan murid-murid dari keluarga konglomerat yang memiliki influence besar di dunia. Genre seri ini sendiri sebenarnya begitu beraneka macam. Ketika melihat judul dari seri ini, kita tentu dapat langsung memahami genre yang dimiliki adalah percintaan. Namun, setelah mendalami ceritanya, genre lain seperti komedi, slice of life, dan drama juga akan muncul. Hal tersebut yang membuat banyak audiens menyukai serial ini.

Shirogane Miyuki (Kiri) dan Shinomiya Kaguya (Kanan)
Berikutnya, kita dapat membahas kedua karakter utama secara mendetail dan apa hubungan mereka. Shinomiya Kaguya, yang akrab dipanggil sebagai fukukaichou (artinya wakil ketua) atau Kaguya adalah seseorang yang sangat penting. Ia tidak hanya menjabat sebagai wakil ketua OSIS, tetapi juga seorang murid yang sangat pandai dan biasa menempati peringkat dua di sekolah. Selain itu, Kaguya merupakan putri dari keluarga Shinomiya yang sangat kaya dan berpengaruh di dunia. Kaguya dikenal sebagai seseorang yang elit dan sulit untuk dicapai, bahkan bagi murid-murid Shuci’in yang seluruhnya berasal dari sesama keluarga konglomerat. Hal ini karena Kaguya merupakan seseorang yang memiliki penampilan cold dan cool di mata murid-murid lainnya. Meski sebenarnya, Kaguya hanyalah seorang murid perempuan biasa yang juga dapat bercanda dan jatuh cinta sewajarnya seperti perempuan seumurannya.
Di lain pihak, ada Shirogane Miyuki, yang akrab dipanggil sebagai kaichou (artinya ketua) atau Miyuki yang juga merupakan seseorang yang penting karena ia menjabat sebagai ketua OSIS. Sama seperti Kaguya, ia juga seseorang yang sangat pandai dan biasa menempati peringkat pertama di sekolah. Hal yang membedakan Miyuki dengan semua murid di sekolahnya adalah ia tidak berasal dari keluarga konglomerat maupun keturunan orang penting. Miyuki berasal dari keluarga orang miskin dan sederhana yang mencoba untuk mengubah nasibnya dengan mendapatkan beasiswa di Shuchi’in. Miyuki bukanlah seseorang dengan privilege maupun bakat bawaan yang hebat. Namun, ia tidak putus asa dengan hidupnya dan berusaha sekeras tenaga melalui belajar dan bekerja sambilan untuk masa depan yang lebih baik. Miyuki berbeda dengan Kaguya yang dianggap sulit untuk digapai. Murid-murid Shuchi’in menghormati Miyuki sebagai ketua OSIS walaupun ia berasal dari keluarga yang biasa dan ia dihormati karena kepribadiannya yang easy-going.
Berikutnya, kita dapat membahas kedua karakter utama secara mendetail dan apa hubungan mereka. Shinomiya Kaguya, yang akrab dipanggil sebagai fukukaichou (artinya wakil ketua) atau Kaguya adalah seseorang yang sangat penting. Ia tidak hanya menjabat sebagai wakil ketua OSIS, tetapi juga seorang murid yang sangat pandai dan biasa menempati peringkat dua di sekolah. Selain itu, Kaguya merupakan putri dari keluarga Shinomiya yang sangat kaya dan berpengaruh di dunia. Kaguya dikenal sebagai seseorang yang elit dan sulit untuk dicapai, bahkan bagi murid-murid Shuci’in yang seluruhnya berasal dari sesama keluarga konglomerat. Hal ini karena Kaguya merupakan seseorang yang memiliki penampilan cold dan cool di mata murid-murid lainnya. Meski sebenarnya, Kaguya hanyalah seorang murid perempuan biasa yang juga dapat bercanda dan jatuh cinta sewajarnya seperti perempuan seumurannya.
Di lain pihak, ada Shirogane Miyuki, yang akrab dipanggil sebagai kaichou (artinya ketua) atau Miyuki yang juga merupakan seseorang yang penting karena ia menjabat sebagai ketua OSIS. Sama seperti Kaguya, ia juga seseorang yang sangat pandai dan biasa menempati peringkat pertama di sekolah. Hal yang membedakan Miyuki dengan semua murid di sekolahnya adalah ia tidak berasal dari keluarga konglomerat maupun keturunan orang penting. Miyuki berasal dari keluarga orang miskin dan sederhana yang mencoba untuk mengubah nasibnya dengan mendapatkan beasiswa di Shuchi’in. Miyuki bukanlah seseorang dengan privilege maupun bakat bawaan yang hebat. Namun, ia tidak putus asa dengan hidupnya dan berusaha sekeras tenaga melalui belajar dan bekerja sambilan untuk masa depan yang lebih baik. Miyuki berbeda dengan Kaguya yang dianggap sulit untuk digapai. Murid-murid Shuchi’in menghormati Miyuki sebagai ketua OSIS walaupun ia berasal dari keluarga yang biasa dan ia dihormati karena kepribadiannya yang easy-going.
Lantas apa hubungan keduanya? Keduanya merupakan ketua dan wakil ketua OSIS, hal tersebut tidak dapat dipungkiri lagi dari jabatan yang mereka pegang. Namun di dalam hati mereka, terdapat perasaan suka terhadap satu sama lain, perasaan yang muncul karena rasa kagum. Bagi Kaguya, Miyuki adalah seseorang yang pantas mendapat pujian dan kekaguman karena Miyuki tidak merasa takut atau ragu terhadap Kaguya, yang dianggap menakutkan oleh murid lainnya, bahkan mengajaknya menjadi wakil ketua OSIS. Di sisi lain, Kaguya juga mengagumi perjuangan Miyuki yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk bisa masuk ke SMA Shuci’in dan berhasil menjadi ketua OSIS. Di pihak Miyuki, ia menyukai Kaguya yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan, terutama karena Miyuki mengetahui bahwa Kaguya sebenarnya bukanlah perempuan yang menakutkan seperti yang dianggap banyak orang. Namun, meskipun keduanya memiliki perasaan satu sama lain, ada satu hal yang menghalangi mereka untuk mengungkapkan perasaan dan menjalin hubungan, yaitu karena keduanya menganggap cinta sebagai “perang”. Kaguya dibesarkan dalam keluarga konglomerat yang sangat ketat. Sebagai anak bungsu dari beberapa saudara laki-laki dan istri sah ayahnya, Kaguya merasa kurang dihargai oleh saudara-saudaranya. Oleh karena itu, sejak kecil Kaguya memandang dunia sebagai tempat yang kompetitif, yang mana dirinya tidak boleh kalah. Bagi Kaguya, menyatakan cinta lebih dulu akan membuatnya terlihat “kalah”. Miyuki juga memiliki pandangan yang sama dengan Kaguya. Berasal dari keluarga miskin, sejak kecil ia memandang dunia sebagai tempat yang penuh kompetisi. Ia merasa bahwa ia tidak boleh mengandalkan orang lain dan harus bergantung hanya pada dirinya sendiri untuk mencapai tujuannya. Karena itu, seperti Kaguya, Miyuki tidak akan menyatakan cintanya kepada Kaguya terlebih dahulu.
Serial ini bermula dari cerita cinta antara Kaguya dan Miyuki yang selalu berusaha membuat pihak lainnya jatuh cinta atau mengungkapkan perasaannya. Perlu diketahui bahwa keduanya tidak mengetahui perasaan lawan mereka, sehingga Kaguya atau Miyuki akan berusaha sekuat tenaga dengan berbagai cara yang bervariasi dan menarik untuk membuat lawannya jatuh cinta. Dalam proses tersebut, seringkali karakter lainnya seperti Chika, Yu, dan Ai terlibat dalam permasalahan serta menjadi bagian dari cerita yang menarik dan lucu. Kehadiran karakter-karakter ini membuat serial ini tidak monoton dan membosankan. Jika serial ini hanya berfokus pada permasalahan Kaguya dan Miyuki, tentu akan terasa membosankan. Oleh karena itu, karakter seperti Chika, Yu, dan Ai (kemudian Miko yang muncul di season 2) memberikan warna dan daya tarik tersendiri. Chika adalah seseorang yang ceria, optimis, dan suka bermain. Kehadirannya yang tiba-tiba di ruang OSIS, terutama ketika Kaguya sedang mencoba mempengaruhi Miyuki, sering membuat Kaguya merasa risih dan sebal karena Chika suka mengganggu rencana-rencana Kaguya. Yu adalah seorang introvert yang tidak menyukai keramaian, sehingga ia lebih suka menghabiskan waktu di ruang OSIS untuk bermain game atau membaca manga saat istirahat. Ai adalah pembantu Kaguya yang menyamar sebagai murid di Shuchi’in untuk menjaga Kaguya. Terkadang, Ai dipaksa oleh Kaguya untuk membantu dalam rencananya menghasut Miyuki. Walau demikian, Kaguya dan Miyuki menganggap semua momen tersebut sebagai kenangan berharga yang tidak akan pernah terlupakan, bersama keluarga kepengurusan OSIS dan murid-murid lainnya yang sering bermain di ruang OSIS.

Ishigami Yuu (Kiri) dan Iino Miko (Kanan)
Selain kisah cinta Miyuki dan Kaguya, ada beberapa alur cerita lainnya yang menurut penulis dan beberapa orang membuat serial ini patut diberikan dua jempol. Salah satunya adalah masa lalu Kaguya yang gelap akibat didikan ketat dari keluarga dan persaingan dengan saudara laki-lakinya yang menganggap remeh Kaguya karena merupakan anak terakhir dan dilahirkan dari istri tidak sah. Bahkan, didikan ketat tersebut masih berlangsung hingga kini, sehingga membatasi hak-hak kebebasan yang dimilikinya. Selanjutnya, ada kisah Miyuki dan keluarganya yang berusaha memperbaiki nasib setelah jatuh miskin akibat kebangkrutan dan kemudian ditinggalkan oleh ibunya, sehingga hanya tersisa Miyuki, ayah, dan adik perempuannya untuk bertahan hidup. Kisah Yuu juga cukup menyedihkan. Saat di SMP, ia difitnah memukul seorang kakak kelas karena dikira cemburu terhadap hubungan kakak kelas tersebut dengan perempuan yang Yuu dambakan. Padahal, Yuu memukul kakak kelas itu karena kesal melihat kakak kelasnya sudah menyelingkuhi perempuan yang ia sukai. Akibatnya, seluruh murid di sekolah, bahkan perempuan yang ia dambakan, membencinya. Yuu dijatuhi suspensi oleh sekolah, yang membuatnya depresi dan membenci orang-orang. Kisah Miko juga tidak kalah menarik. Sejak kecil, ia selalu sendirian karena orang tuanya sibuk bekerja di bidang hukum. Hal ini membuat Miko memandang dunia sebagai tempat penuh orang jahat dan mengembangkan kepribadian yang otoriter. Ia memiliki pemahaman bahwa sebagai manusia, ia perlu menegakkan keadilan dengan memberlakukan peraturan secara ekstrim. Miko memulai perjuangannya melalui Komite Moral di lingkungan sekolah sebelum akhirnya terjun ke dunia dewasa setelah lulus SMA. Sayangnya, kepribadian Miko tersebut justru mengundang kebencian dan ejekan dari banyak murid yang menganggapnya terlalu konservatif dan ketat.
Serial anime ini cocok untuk semua kalangan, baik mereka yang sudah pernah menonton serial anime sebelumnya atau mereka yang baru ingin mencoba anime. Awalan serial ini dimulai dengan alur cerita yang tidak berat dan refreshing dengan percintaan serta komedi, kemudian mulai dimasuki beberapa alur cerita yang berat dan sedih, tetapi tidak sekaligus, sehingga tidak memberatkan penonton. Setiap ada bagian cerita yang berat dan sedih kemudian akan dibuat ceria kembali dengan kisah cinta dan komedi oleh anggota OSIS serta murid-murid lainnya. Penulis sendiri sangat merekomendasikan anime ini karena ceritanya yang refreshing dan menggugah emosi, juga pembawaan suara dan animasi yang baik dari pengisi suara dan Studio A-1 Pictures.
Reporter : Radit
Editor : Vany dan Tiwi
Desainer : Belis
