Hai, Sobat Psymag! Siapa, nih, yang udah nungguin Sensasi terbarunya Psymag? Kabar baik datang buat kalian karena Sensasi kali ini gak kalah seru sama yang sebelumnya, lho! Sensasi di edisi kali ini akan mengulas salah satu program kerja Departemen Sosial dan Rohani BEMF Psikologi Universitas Sanata Dharma, yaitu Dialog Lintas Iman alias DLI. Kehadiran DLI diharapkan dapat meningkatkan jiwa sosial dan rohani di kalangan mahasiswa. Tak kalah penting, narasumber kali ini adalah Ni Komang Dita Tria R. yang merupakan salah satu Steering Committee (SC) DLI 2024.
DLI tahun ini mengangkat tema “Bullying: Gunakan Hati Mulai Empati”. Tema tersebut dipilih berdasarkan fenomena bullying yang masih sering terjadi di sekitar kita dan segala keterbatasan dalam penyelesaiannya. Melalui tema yang sederhana dengan pembahasan yang luas perihal bullying, harapannya, peserta dapat sungguh-sungguh mendalami dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Berbeda dengan DLI beberapa tahun sebelumnya yang mengusung konsep seminar, DLI tahun ini hadir dengan konsep baru, yaitu konferensi. Kurangnya interaksi serta masukan dari pihak eksternal pada acara DLI yang lalu, mendorong adanya perubahan konsep menjadi konferensi. Di sini, peserta tidak hanya aktif mendengarkan, tetapi juga dapat menghasilkan sesuatu, seperti memberikan opini dan membagikan pengalaman mengenai bullying, baik yang dialami diri sendiri maupun orang lain. Pada akhir sesi, peserta diharapkan dapat membangun empati.
Seperti yang sudah disinggung di awal, sekarang kita akan membahas lebih dalam mengenai rangkaian kegiatan DLI tahun ini. Rangkaian acara dibagi menjadi empat sesi. Pada sesi pertama, dua pembicara karismatik, yaitu Diah Purwita Rini, M.Psi., Psikolog yang berfokus di bidang pendidikan dan Sr. M. Andrea, OP dari sudut pandang agama, memaparkan materi masing-masing selama 20 menit. Setelah itu, terdapat sesi Q and A dengan menggunakan barcode form. Sesuai dengan konsep konferensi, sesi selanjutnya adalah berdiskusi. Sesi ini tidak dipandu oleh Olga Sancaya Dyah Permatasari M.Si., M.Psi., Psikolog selaku moderator, tetapi dipandu oleh fasilitator yang merupakan panitia DLI yang tidak bertugas pada pelaksanaan acara. Sesi ini dilaksanakan dalam beberapa kelompok kecil yang masing-masing didampingi oleh satu fasilitator. Fasilitator hadir untuk memberikan pertanyaan pemantik dalam diskusi. Hasil diskusi akan dicatat oleh fasilitator, lalu disampaikan kepada moderator dan pembicara untuk dibahas di sesi terakhir, yaitu kesimpulan. Sesi terakhir ini kembali dibawa oleh moderator dan kedua pembicara.
Kegiatan ini dimeriahkan oleh 70 peserta beserta tamu undangan yang meliputi anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), komunitas keagamaan, dan BEMF Psikologi. Namun, terdapat tantangan tersendiri di balik kesuksesan acara DLI tahun ini, yaitu mencari satu pemuka agama yang dapat merepresentasikan agama secara netral. Akhirnya, tantangan ini dapat ditangani karena adanya kerjasama panitia dengan membentuk list berisi narasumber pemuka agama.
Nah, jadi gimana nih Sobat Psymag? Lebih tertarik buat jadi panitianya atau pesertanya? Buat teman-teman yang tertarik, bisa pantengin terus Instagram BEMF @bemfpsi.usd dan Instagram DLI @dli2k24. Untuk menutup Sensasi kali ini, ada pesan dari narasumber buat Sobat Psymag, yaitu “Tidak ada orang yang ingin disakiti, maka jika kamu tidak ingin disakiti, janganlah menyakiti orang lain karena apa yang kamu perbuat, akan berbalik padamu.” Itulah prinsip yang harus dilakukan dan diterapkan pada lingkungan sekitar kita.
Reporter : Ninda & EB
Editor : Aurel & Angel
Desainer : Belis
