Sorak sorai dan tawa terdengar di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dalam acara Classmeeting 2025. Kegiatan ini diselenggarakan pada 8-10 Mei di lingkungan kampus sebagai bentuk hiburan setelah Ujian Tengah Semester (UTS). Mengusung jargon “Found the Magic, So Refreshing,” classmeeting mengajak mahasiswa untuk menemukan kembali semangat dan kesegaran melalui berbagai aktivitas seru serta menyenangkan. Acara ini menjadi ajang bagi mahasiswa antarangkatan untuk berkumpul, bersantai, dan membangun keakraban.
Ketua Umum Classmeeting 2025, Novena Maria Pawestri Utami, menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk mempererat relasi antarmahasiswa sekaligus melepas penat. Sementara itu, Ketua Bidang Acara, Theresa Audrey Rhea Grecyta, juga menambahkan bahwa mereka ingin menghidupkan kembali suasana classmeeting seperti masa SMA. Untuk mewujudkan hal tersebut, panitia dari angkatan 2024 berperan sebagai pelaksana utama, didampingi oleh angkatan 2023 memberikan supervisi terkait struktur dan sistem kerja. Pendampingan ini memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan lancar dan memperkuat kemampuan panitia muda dalam mengelola acara secara mandiri.
Classmeeting 2025 mengusung tema “Magical” yang bertujuan mengajak mahasiswa untuk rehat sejenak dari rutinitas perkuliahan dan menyalurkan ide-ide kreatif. Melalui tema ini, peserta didorong untuk lebih mengenal diri serta membangun relasi dengan sesama. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang hangat di tengah kesibukan akademik. Nuansa “Magical” yang dihadirkan memberi angin segar bagi mahasiswa untuk memulihkan energi, memantik kreativitas, dan memperkuat rasa kebersamaan.
Perlombaan Seru Penuh Tawa dan Tantangan
Pelaksanaan Classmeeting 2025 berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 8-10 Mei, bertempat di Kampus III Universitas Sanata Dharma. Jadwal ini disusun agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara maksimal. Dua hari pertama diisi dengan berbagai perlombaan yang mendorong partisipasi aktif dan mempererat kebersamaan antarmahasiswa. Meskipun sempat turun hujan, cuaca berangsur membaik menjelang acara, dan perlombaan dapat berlangsung dengan lancar.
Beberapa perlombaan yang diselenggarakan antara lain, Makeup Challenge, Naga Balon, Lebora (Lempar Bola Racun), dan No Way Out. Dalam Makeup Challenge, peserta menunjukkan kreativitas melalui riasan bertema karakter magis. Naga Balon menguji strategi dan kekompakan tim dalam mempertahankan balon sambil menyerang lawan. LEBORA menghadirkan tantangan berupa lempar bola yang mengandalkan ketangkasan dan koordinasi antaranggota tim. Sementara itu, No Way Out menjadi salah satu perlombaan yang paling mencuri perhatian. Masing-masing tim yang berisi lima orang harus menyelesaikan misi setiap posnya dengan cara kaki mereka diikat satu sama lain. Uniknya, terdapat satu tim yang justru memilih berjalan dengan cara melompat, sehingga penonton tertawa karena tingkahnya.
Terdapat keseruan saat dua tim dalam lomba Naga Balon menunjukkan ketangguhan dan sama-sama enggan mengalah. Akhirnya, panitia memutuskan mengurangi jumlah anggota secara bertahap, hingga tersisa satu orang dari setiap timnya. Momen-momen seperti ini membuat suasana kompetisi menjadi lebih seru dan mengesankan. Di balik serunya perlombaan, panitia telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang—mulai dari simulasi hingga evaluasi teknis—demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung adil, aman, dan tetap menyenangkan bagi semua peserta
Malam Puncak: Saat Semua Kerja Keras Terbayar Tuntas
Malam puncak menjadi penutup yang istimewa dari seluruh rangkaian kegiatan Classmeeting 2025. Acara ini dirancang sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh peserta, panitia, dan pihak yang telah berkontribusi. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba sebagai bentuk pengakuan atas semangat dan kreativitas mereka. Selain itu, sesi pemilihan best costume bertema “Magical” menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri secara bebas dan kreatif. Salah satu mahasiswa bahkan tampil totalitas sebagai cosplayer, mencerminkan tingginya antusiasme serta keberanian dalam berekspresi.
Suasana malam puncak semakin meriah berkat penampilan band yang membawakan lagu-lagu populer, sehingga membangkitkan antusiasme penonton. Kemeriahan semakin lengkap dengan keberadaan bazar yang diisi oleh perwakilan kepanitiaan Fakultas Psikologi dan pihak eksternal yang membuka stan dagangan. Adapun produk yang dijual beragam, mulai dari makanan dan minuman, hingga bunga serta gelang yang menarik perhatian pengunjung. Area bazar menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi bagi mahasiswa, menambah keseruan dan memperkaya suasana malam puncak.
Panitia berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan menyenangkan bagi semua yang hadir. Meskipun jadwal sempat mundur dari rencana, koordinasi antardivisi tetap solid sehingga setiap sesi dapat berjalan lancar. Kesiapan panitia serta ketertiban pengunjung turut menciptakan suasana yang nyaman sampai acara berakhir. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa malam puncak meninggalkan kesan positif dan mempererat kebersamaan. Momen ini menjadi penutup manis dari rangkaian Classmeeting 2025.
Dari Evaluasi ke Inspirasi: Menjaga ‘Magic’ dalam Kebersamaan
Hasil evaluasi setelah acara memberikan banyak pembelajaran bagi panitia. Salah satu hal yang disadari adalah pentingnya menjaga komunikasi, terutama ketika acara berlangsung. Pengelolaan waktu juga menjadi catatan penting agar rangkaian kegiatan dapat berjalan lebih lancar dan efisien. Di sisi lain, tekanan dan kendala teknis selama acara menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan pentingnya tetap tenang dan sigap dalam situasi tak terduga. Meski sempat menghadapi berbagai kendala, semangat kerja sama antarpanitia tetap terjaga dan menjadi hal penting yang perlu terus dipertahankan.
Rhea dan Noven berharap classmeeting kedepannya dapat berkembang menjadi acara yang lebih inklusif dan penuh ide kreatif. Mereka menilai bimbingan yang lebih intensif penting untuk menjaga kualitas acara. Jika suatu saat menjadi supervisor, Rhea berharap dapat membimbing panitia selanjutnya dengan lebih baik. Harapan ini sejalan dengan semangat regenerasi dan berbagi pengalaman antarmahasiswa.
Noven menambahkan bahwa Classmeeting 2025 telah membuktikan “magic” tidak hanya sekadar tema, melainkan proses kerja tim dan pembelajaran bersama. Menurutnya, kebersamaan dan semangat kerja sama selama persiapan hingga pelaksanaan menjadi nilai yang paling berkesan. Ia berharap classmeeting dapat terus menjadi ajang refreshing sekaligus mempererat solidaritas antarmahasiswa psikologi. Selain itu, classmeeting bisa terus dilanjutkan menjadi tradisi positif dalam lingkup psikologi.
Pada akhirnya, Classmeeting 2025 bukan hanya sekedar lomba, kostum, atau bazar, melainkan tentang bagaimana momen-momen kecil dapat tumbuh jadi kenangan besar. Mulai dari tawa lepas saat lomba hingga kemeriahan pada malam puncak, semua terasa hangat dan penuh warna. Semangat “Found the Magic, So Refreshing” benar-benar hidup di setiap sudut acara. Siapa tahu, mungkin momen-momen sederhana inilah yang kelak paling kita rindukan di masa mendatang.
Reporter: Ren
Editor: Erica & Inggrit
Desainer: Abel
Website: Wilsen
