Musik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup Ni Putu Bianca Adhi Vindaty, seorang mahasiswi Psikologi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, kelas 23A. Sejak kecil, Bianca telah akrab dengan dunia musik, bermula dari hobi sang ayah yang gemar bermain gitar. Kecintaannya terhadap musik terus bertumbuh hingga pada akhirnya selepas SMP, Bianca, yang berasal dari Bali, memutuskan untuk merantau ke Yogyakarta dan menempuh pendidikan di SMK Negeri 2 Kasihan Bantul, sebuah sekolah yang dikenal karena prestasinya di bidang musik. Sekolah tersebut menjadi tempatnya mengenal berbagai instrumen, khususnya orkestra.
Bianca memulai perjalanan musiknya dengan belajar piano. Baginya, musik bukan hanya tentang keterampilan, tetapi juga sebuah jalan yang membantunya untuk mengenali identitas diri. Musik membantu Bianca untuk mengeksplorasi kepribadian dan emosi yang kemudian membawa dirinya ke dalam dunia psikologi. Hal ini menumbuhkan ketertarikan Bianca untuk memahami karakter manusia serta proses interaksi antara manusia dan musik.
Meskipun pernah menempuh pendidikan tinggi di bidang musik, Bianca akhirnya memilih untuk beralih ke psikologi. Keputusan ini awalnya tidak mudah karena membuatnya harus meninggalkan dunia musik. Akan tetapi, ketertarikannya dalam memahami perilaku manusia telah menguatkan keputusannya untuk beralih. Kecintaan Bianca terhadap musik tetap hidup, disertai dengan rasa ingin tahu mengenai bagaimana manusia berinteraksi dengan musik serta pengaruhnya terhadap kondisi psikologis seseorang.
Impian yang Terwujud: Bergabung dengan Gita Bahana Nusantara
Meskipun tak lagi menekuni pendidikan formal di bidang musik, kecintaan Bianca terhadap dunia itu tak pernah pudar. Impian yang telah lama ia simpan sejak masa SMK akhirnya terwujud ketika ia berhasil lolos seleksi Gita Bahana Nusantara (GBN) sebagai anggota tim orkestra. GBN merupakan program tahunan dari Kemendikbud yang mempertemukan pemuda-pemudi berusia 16 hingga 23 tahun dari seluruh provinsi di Indonesia sebagai tim orkestra dan paduan suara. Para peserta dipilih melalui seleksi ketat berdasarkan kemampuan musikalitas. Ajang ini merupakan impian banyak musisi di seluruh Indonesia.
Perjalanan Bianca bersama GBN bermula dari sebuah poster audisi yang ia temukan di Instagram. Ia pun akhirnya mendaftarkan diri meskipun sudah cukup lama meninggalkan dunia musik secara aktif. Seleksi GBN terdiri atas dua tahap: tahap pertama mencakup pengumpulan portofolio, sedangkan tahap kedua melibatkan pengisian formulir dan pengiriman video penampilan. Seleksi berlanjut pada sebuah audisi langsung di hadapan juri, yang nantinya akan menjadi pelatih para peserta. Selain itu, terdapat pula tes prima vista, yaitu tes membaca notasi balok secara spontan.
Untuk mempersiapkan seleksi, Bianca meluangkan waktu satu jam setiap hari untuk berlatih. Meskipun berlatih secara rutin, rasa tidak percaya diri kerap muncul. Sebagai seseorang yang telah beralih dari dunia musik ke psikologi, ia merasa tertinggal dibandingkan peserta lain yang masih aktif bermusik. Untuk mengatasi rasa insecure tersebut, Bianca banyak berbagi cerita dengan teman-temannya serta menetapkan target prioritas demi meningkatkan kemampuannya. Hingga pada hari pengumuman seleksi, ia dinyatakan lolos. Perasaan terkejut dan tidak percaya pun menyelimuti dirinya.
Mempersiapkan Hari Kemerdekaan
Latihan GBN berlangsung di Depok selama 19 hari, dimana para peserta ditempatkan di asrama dan menjalani latihan yang ketat, hampir seperti pelatihan militer. Mereka harus bangun pukul 04.00, mengikuti sesi olahraga, dan menjalani pola makan yang diatur dengan ketat. Waktu luang yang didapatkan sangat minim karena seluruh energi difokuskan untuk latihan musik. Bahkan, penggunaan handphone juga dibatasi agar para peserta tetap fokus pada latihan. Berbagai macam tantangan harus mereka hadapi, terutama dari sang pelatih yang mendorong untuk meningkatkan kemampuan musik para peserta.
Selama latihan, Bianca mulai percaya bahwa musik harus dimainkan dengan perasaan. Di sinilah psikologi dan musik kembali bersinggungan, bagaimana emosi yang diberikan saat memainkan musik dapat memberikan nyawa pada sebuah pertunjukan. Bianca merasa kagum pada peserta GBN. Meskipun tidak semua berlatar belakang akademik musik, mereka tetap hebat berkat motivasi dan kerja keras. Selain itu, hal lain yang membuat mereka berharga adalah keberagaman. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, dan masing-masing membawa alat musik tradisional khas daerahnya. Hal ini membuka wawasan Bianca tentang kekayaan budaya Indonesia dalam bidang musik.
Momen Bersejarah di Istana Negara
Pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sejak tengah malam, seluruh peserta telah mempersiapkan diri untuk tampil di hadapan para tamu undangan penting. Keamanan sangat ketat dan setiap gerakan harus mendapat izin. Selama penampilan, tidak boleh ada kesalahan sedikit pun. Meskipun mengantuk karena kurang tidur, Bianca dan rekan-rekannya tetap berusaha memberikan yang terbaik.
Saat pertunjukan dimulai, Bianca tidak merasa gugup meskipun tampil di hadapan tamu negara dan harus disorot kamera. Sebaliknya, ia merasa bangga dan puas karena semua usaha dan latihan kerasnya akhirnya terbayarkan. Bianca menekankan bahwa, “Tidak ada yang mustahil untuk tercapai selama seseorang mau berusaha semaksimal mungkin.” Hal ini pun berlaku baginya, baik dalam musik maupun dalam bidang psikologi yang kini Bianca tekuni.
Harapan untuk Masa Depan
Bagi Bianca, GBN bukanlah akhir dari perjalanannya di dunia musik. Ia masih berencana untuk tetap aktif bermusik dan mendalami lebih jauh keterkaitan antara musik dan psikologi. Ia juga berharap agar GBN dapat lebih dikenal masyarakat sehingga mereka dapat memiliki kesempatan untuk mengikuti program ini. Menurutnya, program ini masih kurang dikenal luas, padahal banyak keuntungannya bagi para musisi muda Indonesia
Bianca menekankan pentingnya menemukan tujuan hidup. Baginya, hidup bukan hanya soal mendapatkan nilai akademik yang tinggi, tetapi juga tentang memberikan makna dalam setiap proses yang dijalani. Ia percaya bahwa usaha yang sungguh-sungguh akan selalu menghasilkan sesuatu yang berharga. “Jangan takut untuk mencoba hal baru, selama hal tersebut tidak menantang nyawa, tetapi temukanlah passion-mu dan kejar impianmu dan percayalah hasilnya akan terbayar sesuai dengan usaha yang kamu beri,” ujarnya.
Reporter: Elbert
Editor: Tiwi & Elsa
Fotografer: Monika
Desainer: Ayleen
Website: Ishak
