Semangat menggelora menyelimuti acara Psypostic, sebuah gebrakan baru yang sukses menarik perhatian kalangan pelajar SMA dari berbagai daerah di Indonesia. Psypostic merupakan ajang lomba desain poster digital dan jurnalistik yang digagas oleh BEMF Psikologi Divisi Media dan Psymag (Psychology Magazine), sebuah UKF (Unit Kegiatan Fakultas) Psikologi Universitas Sanata Dharma. Psypostic bukan sekadar ajang lomba biasa, melainkan juga sebagai wadah untuk menyalurkan kreativitas dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Kesehatan mental sendiri merupakan persoalan krusial yang sering terabaikan di kalangan remaja pada era sekarang.
Ide Psypostic bermula dari keinginan untuk berpartisipasi aktif dalam peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober. Belicia Nediva Putri, selaku Ketua Psypostic sekaligus perwakilan BEMF Psikologi Divisi Media, menjelaskan bahwa awalnya ide ini lahir sebagai program kerja baru berupa lomba poster. Ia menjelaskan, “Biar anak-anak SMA aware sama kesehatan mental dan nggak cuma kita sebagai mahasiswa psikologi.” Tak disangka, Psymag juga memiliki ide serupa dengan lomba jurnalistik yang kemudian membuka pintu kolaborasi. “Setelah banyak pertimbangan, kami memutuskan buat membuat proker ini secara bersama atau melakukan kolaborasi,” tambah Queena Devina Atma Negara, selaku Wakil Ketua Psypostic dari Psymag. Kolaborasi ini akhirnya melahirkan dua cabang lomba, yakni poster dan jurnalistik.
Di Balik Layar Psypostic: Perencanaan Matang Berbuah Karya
Nama Psypostic sendiri adalah singkatan dari Psychology Poster and Journalistic Competition. Belicia menjelaskan bahwa nama ini dipilih agar terdengar keren dan mudah diingat, meskipun tidak memiliki makna filosofis yang mendalam. Selain itu, tema yang diusung adalah “Mental Health: The Mastermind of Life”. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa/i SMA terhadap isu-isu kesehatan mental dalam membentuk kesejahteraan diri dan kehidupan sosial seseorang. “Kita tuh ngerasa bahwa di sekitar kita banyak banget permasalahan terkait kesehatan mental. Contohnya aja kayak stres yang kita alami sekarang ini,” jelas Queena, menyoroti relevansi tema dengan realitas yang ada.
Dengan kesehatan mental yang baik, seseorang dapat meningkatkan produktivitas, membangun relasi sehat, dan mencapai potensi terbaik dari dirinya. Pemilihan cabang lomba poster dan jurnalistik pun bukan tanpa alasan. Kedua cabang lomba ini dianggap sebagai wadah yang efektif untuk menyampaikan pesan. Bagi BEMF Psikologi Divisi Media, poster adalah media yang efektif untuk menyalurkan informasi secara kreatif dan mudah dijangkau. Sementara itu, lomba jurnalistik yang diusung Psymag bertujuan mengajak peserta untuk berliterasi dan menuangkan pemahaman psikologi ke dalam karya tulis.
Menariknya, di balik tujuan dan konsep acara yang matang, persiapan Psypostic tidak berhenti sampai di situ. Proses perencanaan Psypostic secara menyeluruh telah dimulai sejak November tahun lalu. Kemudian, kolaborasi final antara BEMF Media dan Psymag berhasil terjalin pada bulan Desember. Sepanjang Januari hingga Februari, kegiatan diisi dengan pembahasan daring yang intensif untuk mematangkan setiap detail konsep acara. Melalui serangkaian diskusi dan persiapan cermat, akhirnya sebuah struktur acara yang solid dan komprehensif berhasil tercipta.
Menariknya, Psypostic telah direncanakan dengan sangat matang oleh panitia penyelenggara. Kolaborasi antara Psymag dan BEMF Media telah terjalin sejak November 2024 hingga Februari 2025. Dinamika ini berlangsung secara intensif dengan tujuan untuk menciptakan konsep acara yang detail dan menyeluruh secara cermat. Melalui serangkaian diskusi ini, akhirnya terbentuk sebuah struktur acara yang komprehensif dan siap untuk diselenggarakan.
Perjalanan Psypostic
Strategi publikasi diperluas lewat penyebaran informasi oleh alumni dan panitia melalui media sosial masing-masing. Proses perencanaan Psypostic tidak luput dari kendala, terutama terkait koordinasi. Saat awal kolaborasi, Belicia mengakui sempat terjadi kendala komunikasi antara dua pihak. “Sempat ada miskom, cuma akhirnya diselesaikan baik-baik, ketemu dan disatukan pemahamannya lewat ketemu, terus bahas permasalahan yang ada, akhirnya juga terselesaikan hari itu,” ungkapnya, menunjukkan semangat kolaborasi dalam mengatasi hambatan.
Penyelenggaraan secara daring menjadi strategi untuk menjangkau peserta dari seluruh Indonesia tanpa batasan jarak. “Kami pengen menggaet semua siswa SMA ke seluruh Indonesia dan kami membuka kesempatan buat mereka yang mau daftar tapi jauh-jauh,” jelas Belicia. Format daring ini juga mempertimbangkan kesibukan para siswa SMA sehingga mereka tidak terbebani oleh kendala teknis perjalanan dan dapat fokus pada lomba.
Antusiasme peserta Psypostic tergolong tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan teknis yang diajukan dan semangat mereka selama acara berlangsung. “Banyak yang udah nggak sabar menunggu lomba ini dimulai,” kata Belicia, menggambarkan tingginya minat. Peserta berasal dari berbagai wilayah, dengan dominasi dari Jakarta dan Yogyakarta. Mas Pandu, mahasiswa S2 Psikologi USD, dan Mas Iyok, alumni Filsafat USD, menjadi juri yang kompeten dalam penilaian karya jurnalistik dan poster.
Mengapresiasi Karya, Merajut Harapan
Rubrik penilaian yang terstruktur memastikan objektivitas dan keadilan, melalui komponen seperti kesesuaian tema, kreativitas, orisinalitas, dan kedalaman analisis karya peserta. Hadiah berupa uang tunai dan sertifikat menjadi reward atas kerja keras para peserta yang telah menghasilkan karya-karya terbaik. Belicia sendiri sangat terkesan dengan presentasi jurnalistik yang menunjukkan kerja keras dan kreativitas luar biasa dari para peserta. Queena menambahkan apresiasinya karena keberhasilan lomba yang melebihi target pada kategori desain poster digital, dengan jangkauan peserta yang luas, termasuk Jakarta dan Purwokerto.
Belicia berharap Psypostic dapat menjadi program tahunan karena tingginya antusiasme. Ajang ini mampu memberikan dampak positif bagi peserta terkait kepedulian kesehatan mental sekaligus sebagai bentuk promosi program studi. “Sayang banget kalau cuma sekali, semoga kedepannya bisa terus dilanjutkan,” ujarnya. Sejalan dengan Belicia, Queena menambahkan bahwa kolaborasi ini juga menjadi pembelajaran berharga bagi kedua pihak untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan di masa mendatang, terutama dalam hal komunikasi dan pengaturan waktu agar lebih efektif.
“Pesan untuk semua peserta, semoga kalian bisa bangga sama diri sendiri apa pun hasil dari lomba ini. Karena yang paling penting, kalian udah berani nyoba dan ikut berproses,” tutup Belicia memberikan semangat kepada seluruh peserta. Queena juga menambahkan agar peserta dan pembaca dapat menyadari bahwa menjaga kesehatan mental sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Dalam menjaganya, penting untuk mempertimbangkan sisi positif dan negatif agar tidak bertindak gegabah.
Psypostic sukses menciptakan ruang kreatif dan edukatif yang menginspirasi siswa/i SMA. Kolaborasi antara BEMF Psikologi Divisi Media dan Psymag terbukti efektif menjangkau bakat-bakat muda dari berbagai daerah secara daring. Meskipun sempat menghadapi hambatan, acara ini berhasil menunjukkan bahwa banyak anak muda memiliki bakat yang bisa dikembangkan. Melihat antusiasme dan dampak positifnya, diharapkan Psypostic bisa terus diadakan tiap tahun untuk meningkatkan kreativitas bagi generasi muda Indonesia.
Reporter: Evan, Vincen & Ren
Editor: Erica & Inggrit
Fotografer: Vike, Ageng & Pia
Desainer: Nela
Website: Prakas
