
Manusia merupakan makhluk sosial yang terus menjalani kehidupan dengan pola dinamis. Perubahan yang terjadi dalam hidup kita merupakan sesuatu yang tak terhindarkan. Pada dasarnya, manusia diciptakan untuk dapat terus menyesuaikan diri dengan lingkungannya meskipun ada juga beberapa dari mereka yang merasa kesulitan dalam melakukan hal tersebut. Dalam menjalani kehidupan, setiap manusia akan mengalami berbagai perubahan sehingga mereka membutuhkan kemampuan beradaptasi. Secara umum, adaptasi didefinisikan sebagai proses makhluk hidup dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan barunya sebagai upaya bertahan hidup. Secara lebih rinci, adaptasi dalam konteks kehidupan manusia dijabarkan sebagai proses penyesuaian diri individu terhadap lingkungannya dengan cara memberikan respon fisik ataupun mental secara cepat. Adaptasi merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kehidupan sehari-hari karena dengan beradaptasi, segala perkara maupun keadaan yang sedang terjadi dengan dirinya dapat terselesaikan juga sehingga tidak membuat individu tersebut mengalami tekanan dalam dirinya. Tidak hanya untuk bertahan hidup, manusia juga melakukan adaptasi agar diterima oleh orang-orang di sekitarnya, sehingga mereka dapat berbaur dengan lingkungan barunya tanpa rasa takut dan cemas. Individu dituntut untuk beradaptasi ketika mereka dihadapkan pada kondisi yang di luar prediksinya, seperti saat peralihan dari jenjang sekolah ke dunia perkuliahan yang dialami oleh mahasiswa baru, mereka dituntut untuk menghadapi realita dan menjadi pribadi yang lebih mandiri agar dapat menghadapi perubahan dalam akademi dan lingkungan pertemanan.
Dalam bidang psikologi, adaptasi secara khusus didefinisikan sebagai suatu proses dimana individu berusaha untuk bisa menyesuaikan dan mengikuti perubahan yang terjadi di sekitarnya, terlebih ketika individu mengalami pengalaman emosional. Salah satu teori dari pendekatan psikologi evolusioner menyatakan bahwa adaptasi merupakan faktor yang penting dalam pembentukan perilaku. Melalui proses adaptasi, manusia akan berusaha menyesuaikan dengan hal-hal baru di sekitarnya, diikuti dengan tumbuhnya sifat-sifat adaptif yang lebih unggul. Namun, tidak semua manusia bisa melakukan proses adaptasi dengan cepat. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan proses adaptasi, salah satunya adalah faktor kepribadian. Menurut Purwanti dan Amin (2016), individu yang memiliki kepribadian ekstrovert akan lebih mudah melakukan proses adaptasi dibandingkan dengan individu yang memiliki kepribadian introvert.
Tidak hanya memberikan dampak yang baik, proses adaptasi juga dapat memberikan dampak negatif bagi individu. Misalnya, tekanan psikis karena gagal dalam beradaptasi dapat menimbulkan permasalahan psikologis seperti depresi, kecemasan, yang akhirnya berdampak pula pada kondisi fisik individu tersebut. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan setiap individu agar bisa menerima dan menjalani perubahan dalam hidup mereka. Mengutip dari artikel Psychology Today, menjalin komunikasi secara rutin dapat membantu individu menghadapi dan melewati masa-masa perubahan. Selain itu, sikap yang fleksibel juga dapat membantu individu dalam menghadapi perubahan.
Referensi.
Purwanti, N., & Amin, A. (2016). Kepatuhan ditinjau dari kepribadian ekstrovert-introvert. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 3(2), 87-93.
https://www.psychologytoday.com/us/blog/in-the-face-adversity/202107/how-adapt-change
Reporter: Felix, Armel
Editor: Cars
Visual Design : Lilo