Psychoture 2025: Menemukan Diri dan Masa Depan di Dunia Psikologi

Fakultas Psikologi kembali menghadirkan gebrakan baru melalui acara yang dulunya dikenal sebagai Seminar Maba. Kini, acara tersebut hadir dengan nama baru yang lebih segar, yakni Psychoture 2025 (Psychology for Future). Diselenggarakan pada 14 September 2025, perubahan nama ini menandai arah baru yang lebih luas dan bermakna. Jika sebelumnya acara ini hanya berfungsi sebagai ajang pengenalan kampus bagi mahasiswa baru, kini Psychoture berkembang menjadi wadah eksplorasi karier dan pengembangan potensi bagi seluruh mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma.

Dalam kesempatan ini, Psymag berbincang dengan dua sosok penting di balik terselenggaranya acara, yaitu Alfin Dwi Saputra (Ketua Umum) dan Klaudia Beatrix Cempaka (Koordinator Divisi Acara). Melalui mereka, kita bisa melihat bagaimana acara ini lahir, dipersiapkan dengan matang, dan dijalankan dengan semangat yang luar biasa.

Dari Seminar Maba ke Psychoture

Seminar Maba sebelumnya merupakan bagian dari rangkaian kegiatan internal bernama Aksi atau Akrab Psikologi, yaitu kegiatan inisiasi di Fakultas Psikologi. Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut dinilai memerlukan ruang tersendiri agar pelaksanaannya dapat lebih terarah. Pemisahan pun dilakukan dan kegiatan ini ditempatkan di bawah Divisi PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia) BEMF Psikologi. Pemindahan ke divisi ini bukan sekadar urusan teknis, tetapi juga langkah untuk memperkuat arah dan makna kegiatan. Fokusnya bukan hanya memperkenalkan kampus, tetapi membantu mahasiswa memahami diri sendiri dan mempersiapkan karier mereka di masa depan.

Alfin mengatakan bahwa perubahan ini disertai dengan rebranding nama menjadi Psychoture yang berasal dari “Psychology for Future” atau “psikologi untuk masa depan.” Acara ini dirancang sebagai wadah bagi seluruh mahasiswa Psikologi dengan fokus pembahasan seputar karier, beasiswa, dan pengembangan diri. Pergeseran tersebut membuat Psychoture menjadi lebih inklusif dan relevan karena kini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa baru, tetapi juga oleh angkatan di atasnya.

Aktualisasi Diri sebagai Dasar Konsep

Psychoture 2025 mengusung tema besar Explore the Future of Magical: Langkah Baru Penuh Peluang yang Ajaib. Di balik tema ini, ada konsep mendalam yang menjadi pondasinya, yaitu aktualisasi diri (self-actualization) dari teori Abraham Maslow. Konsep ini dipilih dengan mempertimbangkan adanya mahasiswa yang masih merasa ragu atau belum sepenuhnya menerima pilihan jurusan mereka. Melalui Psychoture, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali, memahami, dan menerima diri mereka secara lebih utuh.

Aktualisasi diri, menurut Maslow, mencakup hal-hal seperti penerimaan diri, kreativitas, moralitas, spontanitas, dan kemampuan memecahkan masalah. Semua aspek ini diangkat dalam sesi-sesi bidang psikologi yang dihadirkan. Cempaka menegaskan bahwa acara ini bukan hanya tentang teori, tetapi juga tentang memahami diri dan potensi masing-masing mahasiswa. Berikut konsep aktualisasi diri yang dihadirkan dalam Psychoture 2025.

  1. Pemecahan Masalah (Psikologi Forensik): Mengasah cara berpikir analitis dan logis melalui studi kasus yang menarik dari dunia forensik.
  2. Penerimaan Diri (Psikologi Klinis): Mengajarkan pentingnya berdamai dengan diri sendiri sebelum bisa membantu orang lain. Mahasiswa diajak memahami kondisi mental, menerima kekurangan, dan mengenali kekuatan diri.
  3. Kreativitas (Psikologi Industri dan Organisasi): Membahas dunia kerja modern, pentingnya inovasi, adaptasi, dan keterampilan praktis seperti membuat CV yang menarik.
  4. Moralitas (Psikologi Pendidikan): Mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya etika, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan akademik dan sosial.
  5. Spontanitas (Psikologi Olahraga): Mengajarkan kemampuan untuk mengambil keputusan cepat dan tetap tenang di bawah tekanan, merupakan kemampuan yang berguna di dunia kerja maupun organisasi.

Dengan pemetaan seperti ini, setiap sesi tidak hanya memberi ilmu baru, melainkan juga membantu mahasiswa memahami diri mereka dari berbagai sudut pandang.

Antusiasme Peserta

Tantangan yang dihadapi panitia adalah mengaitkan teori aktualisasi diri dengan materi di tiap bidang psikologi. Meski demikian, hasilnya sepadan dengan antusiasme peserta. Peserta memberikan respon yang sangat positif, terutama untuk bidang Psikologi Olahraga yang jarang diangkat di seminar biasa dan Psikologi Forensik. Narasumber yang dihadirkan pun berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi kementerian, profesional di RANS Entertainment, hingga alumni yang berkarier di bidang forensik. Kehadiran mereka menjadikan seminar terasa lebih hidup dan relevan dengan dunia nyata. 

Psychoture 2025 menghadirkan banyak hal baru dibandingkan acara-acara sebelumnya. Salah satu inovasinya adalah sesi informasi beasiswa yang dibagi untuk jenjang S1 dan S2. Narasumber dari Djarum dan LPDP hadir memberikan tip praktis tentang cara mendapatkan beasiswa, mempersiapkan berkas, dan menghadapi proses seleksi. Jumlah peserta yang mencapai lebih dari 250 orang, terdiri dari mahasiswa baru hingga angkatan atas, menjadi bukti bahwa acara ini mampu menjangkau audiens yang lebih luas. Pada penutupan acara, ditayangkan after movie Aksi yang memberikan nuansa semangat baru setelah rangkaian seminar berakhir.

Tantangan di Balik Kesuksesan

Alfin dan Cempaka sepakat bahwa manajemen waktu menjadi kendala yang cukup besar. Dengan tujuh sesi pembicara dalam satu hari (dari pukul 08.00 hingga 15.00), menjaga agar semua sesuai jadwal bukan hal mudah. Waktu acara disebut sangat krusial karena harus disesuaikan dengan kebutuhan narasumber, peserta, dan panitia. Beberapa sesi diketahui berlangsung melebihi durasi yang telah ditentukan sehingga menyebabkan keterlambatan dalam rundown dan timbulnya rasa lelah pada sebagian peserta di akhir kegiatan. Harapan untuk Psychoture berikutnya, pengaturan waktu dapat dilakukan dengan lebih tegas dan disiapkan rencana cadangan jika ada sesi yang melebihi waktu.

Meskipun demikian, Alfin menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini dianggap sudah tercapai. Hal ini karena isi dan pesan dari setiap materi dinilai telah tersampaikan dengan baik. Ia juga mengungkapkan harapan agar acara tersebut dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya dengan tim yang tetap solid dan tema yang terus diperbarui agar tidak terkesan monoton.

Jejak dan Harapan ke Depan

Psychoture 2025 berhasil menjadi langkah besar dalam sejarah Fakultas Psikologi. Acara ini menjadi wadah nyata bagi mahasiswa untuk mengenali diri, memahami dunia kerja, dan menyiapkan masa depan dengan lebih matang. Melalui tema “Explore the Future of Magical”, acara ini menunjukkan bahwa perjalanan di psikologi bukan sekadar mempelajari teori, tetapi juga proses menemukan siapa diri kita sebenarnya dan apa yang ingin kita capai.

Dengan fondasi teori yang kuat, narasumber yang inspiratif, dan konten yang relevan, Psychoture 2025 membuktikan bahwa kegiatan mahasiswa bisa menjadi sarana belajar yang bermakna. Lebih dari itu, acara ini mengajarkan bahwa aktualisasi diri bukan tujuan akhir, melainkan perjalanan panjang yang terus berkembang seiring waktu.

Reporter: Ren & Anin
Editor: Angel & Tiwi
Fotografer: Ageng
Desainer: Geva
Website: Dito