TAJUK REDAKSI

Sering kali kita menyadari bahwa berbagai kepentingan pribadi mewarnai realitas dunia saat ini. Hampir semua orang berambisi untuk mewujudkan keinginan masing-masing. Seseorang dengan tingkat kekuasaan lebih tinggi dapat dengan mudah merealisasikan apa yang ada dalam angan mereka dan tidak sedikit dari mereka melanggar batasan-batasan manusiawi. Sejenak menyingkir dari berbagai masalah tersebut, terdapat satu wujud kasih yang melampaui semua itu, yakni agape. Mari, kita menggali lebih dalam makna agape dalam realitas kehidupan ini.

Agape berasal dari bahasa Yunani yang bermakna kasih yang tidak egois, tidak terbatas, dan tidak bersyarat (Marbun, 2019). Menurut Hakh (2023), agape adalah bentuk kasih yang membuat seseorang rela untuk berkorban, tidak mendiskriminasi, merangkul semua orang (termasuk musuh), bahkan merangkul mereka yang disisihkan dari masyarakat. Thomas Aquinas dalam Kristanto & Stanislaus (2024) menggambarkan bahwa kasih agape bersifat spiritual, altruis atau mengutamakan kepentingan orang lain, dan inklusi. Kita telah mengenal arti dari kasih agape dari beberapa tokoh ahli, lalu bagaimana ciri-ciri dari kasih agape? Menurut Lilie dalam Marbun (2019) memberikan dua tanda khusus yang merupakan ciri dari kasih agape, ciri tersebut adalah:
a. Kasih yang tidak memperhitungkan jasa
b. Kasih yang mencari untuk memberi

Lahir dari ketulusan, apakah kasih agape membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan? Berdasarkan teori agape yang sudah dijelaskan oleh beberapa tokoh, kita dapat melihat bahwa kasih agape dapat kita temukan, sebagai contoh, terinspirasi oleh rahasia empat jenis kasih (storge, eros, phileo dan agape) dalam Sutedjo (2014) sebagai berikut:

  1. Kasih orang tua kepada anaknya
    Orang tua yang baik akan selalu berusaha untuk memberikan kasih sayang kepada anaknya mulai dari merawatnya dari bayi, mendidik, membiayai, bahkan mengorbankan semua yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan anak tanpa berharap bahwa perjuangannya akan dibalas oleh anaknya.
  2. Menolong sesama tanpa mengharap imbalan
    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai sesama yang mungkin membutuhkan uluran tangan kita. Contohnya, ketika seseorang melihat orang lain yang rantai motornya lepas di jalan, maka seseorang tersebut menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan tanpa mengharapkan imbalan apapun.
  3. Mengasihi musuh
    Salah satu wujud kasih agape yang nyatanya cukup sulit direalisasikan adalah mengasihi musuh, seperti mengampuni, tidak membalas, tidak menyimpan dendam, dan menunjukkan kebaikan kepada musuh. Ketika kita enggan berbaik hati kepada musuh karena mereka telah menyakiti kita, ternyata hal tersebut menjadi penghambat dalam mewujudkan kasih agape.

Setelah mempelajari bentuk-bentuk kasih agape yang biasa nampak dalam hidup keseharian, kita dapat menyimpulkan beberapa peran penting kasih agape, yaitu sebagai dasar moral dan etika, pembangunan karakter (Wantoro, 2021), dan hubungan spiritual (Muryadi, 2013).

Sepenting itu, ya, peran kasih agape dalam kehidupan? Ternyata, selain terlihat adanya beberapa peran, kasih agape juga membawa dampak positif, yaitu:

  1. Kesehatan mental yang lebih baik. 
    Tindakan yang dilandasi dengan kasih agape dapat meningkatkan kepuasan hidup dan kesehatan mental. Kita turut merasakan kehadiran cinta tanpa syarat yang membuat kita cenderung lebih tenang dalam menghadapi tantangan dan memiliki ketahanan emosional yang baik.
  2. Memotivasi untuk berbuat baik.
    Kasih agape menginspirasi untuk bertindak altruistik yang terwujud ketika seseorang mampu turun langsung membantu orang lain tanpa mengharapkan balasan.
  3. Mengurangi konflik.
    Dengan mengutamakan pemahaman dan pengampunan, kasih agape membantu meredam konflik bahkan dendam yang terjadi di antara individu atau kelompok. Hal tersebut dapat mewujudkan suasana damai dalam kebersamaan.

Walaupun begitu, kasih agape ternyata juga membawa dampak yang kurang baik. Meskipun tidak banyak ditemukan, kita tidak dapat menutup mata dari hal-hal yang menyalahgunakan kebaikan. Kasih agape yang mendorong tindakan altruistik dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh pihak yang menerima bentuk atau tindakan kasih. Misalnya, seseorang yang terus-menerus dikasihani karena tidak mampu memperoleh kebutuhan yang layak, padahal dirinya sendiri tidak mau bekerja. Orang tersebut  akan terus menggantungkan hidupnya pada uluran tangan orang lain.

 Adapun beberapa upaya untuk mewujudkan kasih agape dalam hidup berelasi sehari-hari, seperti:

  1. Bermurah hati dengan waktu Anda.
    Ketika kita memberikan waktu secara cuma-cuma kepada orang lain yang lebih membutuhkan, kita telah menunjukkan bahwa mereka layak mendapatkan hal tersebut. 
  2. Berlatih dengan kebaikan.
    Kebaikan adalah syarat utama dalam kasih agape yang tidak memerlukan motif tersembunyi selain belas kasih murni terhadap kesejahteraan orang lain. Perubahan kecil yang dilakukan akan membawa dampak besar dalam hidup seseorang. 

Ternyata, peran kasih agape berdampak begitu besar bagi kehidupan dalam setiap aspeknya. Dampak positifnya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjadi lebih baiknya mental kita, memotivasi untuk berbuat baik, bahkan dapat memecahkan sebuah konflik. Adapun upaya dalam mewujudkan kasih agape, yaitu meluangkan waktu untuk berlatih dengan hal-hal baik dari diri kita. Kita hendaknya mengupayakan kasih murni ini untuk menuntun kita dalam setiap langkah hidup yang diambil agar sampai pada kedamaian serta keselarasan berelasi.

Reporter : Via & Jojo
Editor : Inggrit & Mafa
Desainer : Charies
Website : Belicia