UKF Debat

Debat. Hal pertama yang terlintas pada saat mendengar kata tersebut adalah adanya kegiatan saling melawan untuk mempertahankan opini antara kubu pro dan kontra. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma ternyata memiliki Unit Kegiatan Fakultas (UKF) yang mewadahi mahasiswa yang ingin belajar hal-hal terkait debat dan memfasilitasi kepentingan perlombaan. Selain itu, UKF ini juga memiliki berbagai kegiatan menyenangkan dan dinamika bersama anggotanya yang tidak kalah menarik. UKF ini biasa disebut dengan Psychology Debate Forum (PDF) atau Debat.

Sebelumnya perkenalkan, saya Muhamad Raditya Ardianto, reporter Psymag, yang berkesempatan untuk mengikuti gathering mingguan UKF Debat. Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jum’at pukul 18.15 WIB di Ruang Meeting 2, Gedung Utama Kampus III. Pada pukul 18.10 di Ruang Meeting 2, anggota UKF Debat sedang bersemangat membahas lomba debat yang terjadi beberapa saat lalu di Jakarta. Saya kagum melihat semangat dari para anggota yang membahas hal terkait debat bahkan sebelum gathering dimulai. UKF Debat tidak memiliki peraturan yang ketat terkait keterlambatan.

Gathering dipandu oleh Ketua UKF Debat bernama Patricia Shania Avioleta atau akrab dipanggil Nia. Kegiatan pada hari itu adalah melakukan review terkait lomba yang dilakukan oleh Nia bersama tim-nya di Jakarta beberapa waktu lalu. Nia memaparkan beberapa hal yang dipersiapkan oleh dirinya bersama tim, memberi gambaran suasana lomba, bahkan memberikan feedback dari opini para anggota. Walaupun topik diskusi berkaitan dengan lomba, bukan berarti mereka akan menjadi serius atau kompetitif, mereka berdiskusi seraya tertawa dan bercanda. Tersisa tiga orang Badan Pengurus Harian (BPH) yang saya wawancarai lebih dalam terkait UKF Debat, yaitu Patricia Shania Avioleta (Nia) selaku Ketua UKF Debat, Bernadetha Devina (Devina) selaku Sekretaris UKF Debat, dan Mahira Thiffayla (Mahira) selaku Bendahara UKF Debat.

Wawancara dimulai dengan pertanyaan paling mendasar, yaitu ‘Apa sih UKF Debat itu?’

UKF Debat adalah suatu perkumpulan mahasiswa yang ingin belajar bersama terkait debat. UKF ini terbuka untuk mahasiswa yang tidak memiliki kemampuan atau kompetensi untuk berdebat. Di sini, mereka akan belajar bersama dari hal yang paling dasar dan berdiskusi dengan para anggota lainnya yang sudah berpengalaman. Tidak hanya belajar mengenai debat saja, tetapi juga mengenai kepercayaan diri, public speaking, dan berpikir kritis melalui materi yang berkaitan dengan dunia debat, dengan harapan setiap anggota dapat menghormati, menghargai pendapat orang lain, serta berkembang menjadi pribadi yang kritis. Selain itu, UKF Debat juga mendorong dan memfasilitasi anggotanya yang ingin mengikuti perlombaan debat dalam lingkup Psikologi. 

‘Struktur keanggotaan UKF Debat itu seperti apa?’ 

UKF Debat berbeda dengan beberapa UKF Psikologi lainnya. UKF ini tidak memiliki divisi dan hanya dibagi menjadi BPH serta anggota. Angkatan yang menempati anggota Debat saat ini adalah angkatan 2022 dan 2023, sedangkan angkatan 2021 sudah tidak aktif lagi, tetapi masih bisa mengikuti perlombaan atau dinamika dengan UKF Debat. Ketika ada anggota dari UKF Debat yang ingin mengikuti lomba, mereka akan membentuk suatu tim yang berisikan tiga orang di mana tim tersebut akan berlatih dan berdinamika bersama. Bagi mahasiswa yang tidak memiliki teman dekat di UKF Debat, tidak perlu khawatir karena BPH akan membantu dalam pembentukan tim lomba.

Gathering mingguan UKF Debat melakukan apa saja?’

Sebelum semester dimulai, BPH sudah menjadwalkan kegiatan apa saja yang akan dilakukan setiap minggu secara terstruktur, belajar dari hal yang paling mendasar hingga kompleks. Kegiatan meliputi roleplay debat, bedah mosi, dan sharing. Tidak hanya belajar debat, tetapi juga ada waktu untuk bermain bersama. Bagi anggota yang berhalangan hadir, tidak perlu khawatir tertinggal karena pada gathering mingguan akan dilakukan review materi sebelumnya. Gathering mingguan akan ditiadakan seminggu sebelum UTS dan UAS, serta pada saat adanya kegiatan fakultas yang bertepatan dengan jadwal gathering, seperti Classmeeting. Jadi, UKF Debat tidak akan mengganggu kegiatan akademik karena juga akan mempertimbangkan situasi di fakultas.

‘Seberapa sering UKF Debat mengikuti lomba dalam setahun?’ 

Sepanjang tahun 2024, UKF Debat telah mengikuti lomba sebanyak empat kali, yaitu Perspective yang diadakan Universitas Andalas Padang, Psychology Village yang diadakan Universitas Pelita Harapan Jakarta, Increase yang diadakan Universitas Ciputra Surabaya, dan Leipzig yang diadakan Universitas Gunadarma Jakarta. Lomba terbuka untuk angkatan 2021, 2022, dan bahkan angkatan 2023 yang baru saja bergabung menjadi anggota Debat. 

Kemudian, Nia bercerita pengalamannya mengikuti Leipzig yang diadakan Universitas Gunadarma Jakarta. Menurutnya, lomba ini adalah suatu bentuk latihan dan pengalaman baru untuk tim dalam mengikuti lomba offline. Nia bercerita bahwa tidak ada sedikit pun penyesalan walaupun tidak lolos ke babak berikutnya karena ia belajar dan mengetahui suasana lomba bahkan belajar dari tim-tim lawan. Nia menekankan bahwa mengikuti debat itu tidak mencari kemenangan, menang memang bagus, tetapi yang terpenting adalah mengikuti kegiatan perlombaan dan membawa cerita bagi teman-teman UKF Debat saat kembali pulang ke kampus.

Devina juga setuju dengan Nia bahwa menang atau kalah itu urusan belakangan. Devina bercerita mengenai pengalamannya mengikuti Perspective yang diadakan oleh Universitas Andalas Padang secara online. Perspective adalah lomba pertama bagi timnya sehingga masih memiliki keterbatasan, seperti kurangnya koordinasi dan pemantapan materi. Sayangnya, Devina dan tim belum berhasil memenangkan lomba, tetapi mereka menikmati setiap prosesnya dan menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran untuk mengembangkan potensi agar lebih siap kedepannya. 

Mahira sendiri belum pernah mengikuti kegiatan perlombaan sebelumnya karena ingin   mempersiapkan diri dengan  lebih matang. Akan tetapi, Mahira terdorong untuk mempersiapkan diri agar lebih matang dan ikut serta dalam lomba-lomba ketika mendengarkan cerita dari Nia dan Devina. Maka, persiapan yang maksimal terkait materi, diri, dan mental adalah proses yang penting sebelum melakukan lomba debat.

‘Kesulitan apa saja yang dialami oleh anggota UKF Debat?’

Saat ini, UKF Debat sedikit kesulitan mencari waktu dan lawan untuk roleplay debat dengan tim dari luar kampus. Selain roleplay dengan sesama anggota UKF Debat,  mencari lawan sparing dari kampus lain tentu lebih mengasah kompetensi dan kemampuan dari para anggota UKF Debat di luar lingkup  kampus.  UKF Debat juga  belum memiliki mentor tetap sebagai pelatih para anggota agar lebih siap ketika mengikuti lomba. BPH sedang mengusahakan untuk memenuhi kesulitan ini dengan mencari banyak relasi. Beruntungnya, UKF Debat berhasil mendapatkan kenalan teman sparing saat mengikuti lomba offline di Universitas Gunadarma Jakarta, dan harapannya relasi yang dibangun akan terus bertambah.

Program kerja apa saja yang dimiliki UKF Debat? 

Selama satu periode kepengurusan, UKF Debat memiliki tiga program kerja, yaitu Team Building, Studi Banding, dan Liga Debat. Team Building atau biasa dikenal sebagai malam keakraban (makrab) dilaksanakan untuk mengeratkan dinamika antara anggota UKF Debat karena akan ada beberapa ada aktivitas menarik yang dilakukan bersama. Studi banding dilaksanakan untuk melakukan observasi kegiatan yang berkaitan dengan debat di kampus lain. Liga Debat adalah program kerja secara offline yang dilaksanakan oleh UKF Debat untuk membuat suasana perlombaan yang semirip mungkin dengan keadaan lomba aslinya sehingga para anggota dapat merasakan suasana lomba, tetapi masih dalam lingkup Universitas Sanata Dharma. Jadi, teman-teman yang ingin merasakan lomba debat, tetapi belum berani mengikutinya, terlebih yang diselenggarakan di luar kota, ini adalah kesempatan yang baik untuk “terjun” merasakan suasana lomba tersebut. Akan ada kemungkinan tim lain dari kampus lain, seperti UGM, juga ikut serta dalam kegiatan ini, loh

Pertanyaan terakhir, “Apakah ada pesan ajakan untuk teman-teman angkatan 2023 atau 2024 yang ingin bergabung dalam UKF Debat?” 

Nia: “Ini sekalian sharing pengalamanku, ya. Jadi, aku tuh di UKF Debat dari semester satu (2022), udah hampir 2 tahun. Waktu pertama aku gabung, aku ngerasa amazed karena kakak-kakaknya pada ngerangkul aku, mendengarkan pendapatku, dan tidak pernah ngomong pendapatku itu salah, bahkan dalam membahas hal apa pun nggak pernah di judge sama sekali. Aku nggak punya background debat sama sekali, tapi diterima sama kakak-kakak di sini, dan itu menjadi harapanku untuk adik-adik di sini juga agar dirangkul sebagaimana aku dirangkul sebelumnya. Di sini, kita juga sering sharing hal-hal yang nggak ada kaitannya dengan debat, seperti kegiatan perkuliahan. Jadi, buat temen-temen yang mengira bahwa UKF Debat itu kita berdebat setiap saat, itu tidak, ya, teman-teman. Kita sangat terbuka untuk belajar bersama dan saling ngobrol karena di sini tempat kita bisa sharing pendapat masing-masing tanpa judgement apa pun. UKF Debat juga melahirkan para anggota yang hebat-hebat karena kita didorong untuk berpikir kritis setiap saat, jadi sangat berguna untuk kegiatan perkuliahan. Puji syukur kakak-kakak kelas kita banyak yang lulus cepat dan banyak lomba yang dimenangi. Untuk teman-teman yang ingin bergabung dalam UKF Debat, silahkan banget, kami terbuka untuk menerima teman-teman dan kita belajar bareng di sini.”

Mahira: “Buat temen-temen yang takut join Debat karena takut untuk berargumen atau teman-teman UKF Debat yang kompetitif, jangan takut. Dulu aku sebenarnya juga takut masuk UKF Debat, terus join karena diajak teman, dan pas ngerasain di UKF Debat ternyata seru juga, ya. Aku juga nggak dipaksa buat ikut lomba sama sekali walaupun teman-teman angkatanku (2023) udah pada ikut lomba, sedangkan aku belum. Waktu aku bilang aku belum mau ikut lomba karena takut atau belum siap materi, kakak-kakak di sini nggak maksa aku buat belajar dari sekarang atau padetin materinya, tapi dibantu dan ditemani sesuai pace aku aja. Sekali lagi, buat teman-teman yang ngerasa UKF Debat itu menakutkan, nggak sama sekali, ya, teman-teman. Di sini nggak ada yang menakutkan kok, malahan aku merasa enjoy dengan dinamika bersama teman-teman. Manfaat lain yang aku dapetin di sini juga karena topik debatnya berkaitan dengan psikologi dan sering kali selaras dengan materi kuliah yang kita pelajari, dan itu ngebantu banget buat aku belajar dan berdinamika di perkuliahan. Debat ini sangat seru. Jadi, ikut Debat, yuk!”

Devina: “Kalau dari aku, pertama kali join Debat ini, jujur aku ngerasa seperti Mahira, aku tuh takut. Jangankan nggak ada background debat, aku ngomong biasa aja takut buat ngutarain pendapat, tapi semenjak aku bergabung di sini tuh aku ngerasa kalau ini memang tempatnya kamu ngutarain pendapatmu, tidak peduli itu salah atau benar, dan apa pun yang kamu utarain itu nggak bakal di-judge sama sekali. Di sini, kita benar-benar belajar bareng dan sharing satu sama lain dan banyak juga insight-insight baru. Aku benar-benar ngerasa manfaatnya sekarang karena aku nggak takut lagi buat ngomong dan mengutarakan pendapat bahkan di luar Debat. Jadi, benefit-nya bisa dirasakan bahkan di luar Debat itu sendiri.”

Berdasarkan pengalaman dan wawancara selama satu hari bersama UKF Debat, saya merasakan UKF Debat ini adalah UKF yang sangat berbobot dan kritis, tetapi dengan dinamika yang terjalin baik antara adik tingkat, teman seangkatan, kakak tingkat, bahkan teman-teman dari kampus lain. Di sini, mereka juga dapat mengutarakan pendapat masing-masing tanpa merasakan takut akan kesalahan atau judgement dari anggota lainnya. Mereka juga mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat baik di dalam Debat, kegiatan perkuliahan, atau kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, teman-teman yang masih ragu ingin bergabung atau memiliki pemahaman yang kurang mendalam terkait UKF Debat, semoga artikel ini dapat memperkaya atau menambah informasi bagi kalian.

Reporter : Muhamad Raditya Ardianto
Editor : Aurel & Mafa
Fotografer : Ageng
Narasumber : Patricia Shania Avioleta (Nia), Bernadetha Devina (Devina), dan Mahira Thiffayla (Mahira)
Desainer : Belicia