Kharisma: Nestapa atau Rencana?
Valencia Feodora Ziva – 23B Kelam selimuti segala arah, porak-poranda sejauh mata memandang. Napasku tersengal dengan kedua kaki berlumur darah. Perih. Anyir. Namun, sama sekali aku tidak merasa getir. Yang kurasakan malahan miris. Atmaku penuh dengan tanya dan sesal yang hadir tanpa permisi. Benakku berkecamuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan lain, berandai-andai layaknya tengah bermimpi di siang hari. […]
Kharisma: Nestapa atau Rencana? Read More »


